Anggota Dewan PKS: “Jadikan Film Sebagai Alat Promosi Budaya”

Azmi Rozali Aleg PKS Bengkalis

Film merupakan wadah yang baik untuk memperkenalkan seni budaya tradisi suatu masyarakat kepada dunia. Melalui film, sebuah masyarakat yang terletak sangat berjauhan, dipisahkan oleh samudera yang luas, dapat mengenal budaya dan tradisi masyarakat lainnya.  Jika kita ingin memperkenalkan seni budaya tradisi Melayu Riau kepada dunia, hal itu dapat dilakukan melalui produksi film.

Azmi Rozali, S.IP., M.Si., mengatakan hal itu dalam Pelatihan Produksi Film & Sinetron yang ditaja bersempena kegiatan reses DPRD Kabupaten Bengkalis bulan April 2016 di Dhani Hall Centre, Jl. Kelapa, Pakning Asal, Kecamatan Bukitbatu. Pelatihan yang merupakan tindaklanjut dari program pengembangan seni budaya DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu diikuti oleh 50 peserta dari Kecamatan Bukitbatu, Siakkecil dan utusan dari Politeknik Negeri Bengkalis.

Hadir dalam acara pembukaan pada Ahad, 24 April 2016 adalah Muhammad Hasbi, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bukitbatu dan tokoh masyarakat setempat dan 100 undangan yang cukup respek dengan acara tersebut. “Bagi kami acara seperti ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda, sekaligus berharap agar melalui kegiatan ini pikiran anak-anak muda kita terbuka wawasannya, bahwa dengan film, mereka dapat melakukan banyak hal, seperti memperkenalkan kampung kepada dunia, meningkatkan harga diri masyarakat, bahkan dapat juga menjadi sumber penghasilan,” ujanya.

Peserta Pelatihan Produksi Film dan Sinetron ini terdiri dari siswa SMA 1 Bukitbatu, guru dan siswa SMK 1 Siakkecil, SMP Negeri 1 Bukitbatu, mahasiswa Politeknik Bengkalis, MAN 1 Bukitbatu dan juga beberap pemuda dan pegiat seni. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 7 hari sejak 24 sampai 30 April 2016.

Tampil sebagai instruktur pelatihan adalah Junaidi Usman, seorang pegiat produksi film pendek yang cukup dikenal di Bengkalis. Dari tangannya telah banyak pemuda yang mendapatkan ilmu dan keterampilan memproduksi film. Lelaki yang berpenampilan tenang ini juga telah memproduksi film yang pernah ditayangkan oleh TransTV, yaitu Kompang Kampung, tahun lalu.

Pelatihan Produksi Film dan Sinetron yang akan berlangsung selama 7 hari ini ditaja dan didukung penuh oleh Dato’ Indra Abdul Rab, seorang putra Sungaipakning yang kini berkhidmat di kerajaan negeri Pahang, Malaysia. “Walaupun jauh di negeri seberang, tapi kami tetap memberi perhatian kepada seni budaya tradisi di kampung halaman. Kegiatan ini memang layak kita dukung dan agar terus dikembangkan,” ujar Dato’ Indra melalui pesan singkatnya.

Dhani Hall Centre merupakan sumbangan Dato’ Indra Abdul Rab kepada kampung halamannya setelah puluhan tahun berkhidmat di kerajaan negeri Pahang, Malaysia. Banyak kegiatan masyarakat yang selama ini sulit mencari tempat, sekarang dilaksanakan di gedung itu. (***)

Baca Juga

Idul Adha 1441 H: Chairul Anwar Salurkan 1000 Paket Daging Kurban

  Pekanbaru (04/08/2020) — Anggota DPR RI Dapil Riau 1 dari Fraksi PKS Chairul Anwar …