Catatan Redaksi Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau

Alhamdulillah, rasa syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmatnya kepada kita semua, khususnya atas perjalanan kinerja Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau periode 2019 – 2024. Mengawali tahun 2020, semangat khidmat memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadi prioritas kinerja fraksi PKS.

Menarik perjalanan fraksi PKS ke belakang, sejak dilantik 6 September 2019 Anggota Fraksi PKS DPRD Riau mengambil peran dalam kinerja parlemen. Usia yang ‘Masih seumur jagung’ dan perlu banyak belajar.

Diawal perjalan setelah pelantikan, Provinsi Riau dihadapkan dengan permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang begitu dahsyat. Bersama struktur pengurus PKS dan kader, Fraksi PKS Provinsi Riau hadir mengambil langkah cepat, membantu pemerintah daerah. Mulai dari membuka posko pengungsian dan kesehatan, turun ke lokasi kebakaran, hingga melakukan rapat dengan para pakar dan instansi terrkait. Dukungan dan suport moril dan materil datang dari berbagai penjuru arah. Media Lokal dan nasional pandangannya tertuju ke posko pengungsian PKS, bahkan beberapa media Internasional datang meliput.

Selama dua bulan posko pengungsian dan kesehatan dampak kabut asap didirikan yakni mulai tanggal 1 oktober 2019 hingga 2 November 2019, tercatat jumlah masyarakat yang mendapat pelayanan posko PKS sebanyak 1.347 KK (1.267 orang pasien berobat dan 266 orang pengungsi). jumlah yang sangat fantastis. Semua dilayani dengan perlakuan yang sama tanpa memandang Ras, suku, agama dan golongan.

Namun, perjuangan tidak berhenti sampai di situ, tagline #BerkhidmatUntukRakyat dan #PKSPelayanRakyat menjadi semangat membara perjuangan fraksi PKS Provinsi Riau. Hari aspirasi merupakan jawaban atas komitmen kami kepada masyarakat yang datang menyampaikan aspirasinya. Panggilan masyarakat yang membutuhkan bantuan, akan selalu menjadi fokus perjuangan kami. Mulai masalah kesehatan, pendidikan, kebutuhan pokok, infrastruktur hingga lapangan kerja.

Fraksi PKS Provinsi Riau mendengar dan dan merasakan beragam persoalan saat turun Reses. 7 orang Anggotoa Fraksi PKS menapaki kota, desa/kampung, dusun hingga pulau-pulau di pesisir. Berjumpa dengan ratusan orang, berinteraksi dengan berbagai kalangan, mulai dari yang muda hinggan yang tua. Membangun komunikasi dengan sejumlah pihak untuk mewujudkan Riau yang Madani, adil & sejahtera.

Riau memiliki kekayaan alam melimpah dari sektor migas dan industri kelapa sawit. Namun kekayaan Provinsi Riau tidak tercermin pada kondisi ekonomi masyarakatnya. Ada kesenjangan yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dana Bagi Hasil (DBH) yang tidak berkeadilan mejadikan riau menajadi Provinsi tertinggal. Kami mendukung penuh Gubernur Riau/pemerintah daerah melakukan upaya untuk mendapatkan DBH Migas & Sawit yang lebih berkeadilan sebagai salah satu propinsi penghasil terbesar.

Do’akan kami istiqomah memperjuangkan Peraturan Daerah Provinsi yang berpihak kepada ummat, perempuan dan masyarakat miskin. Berkomitmen memberikan keberpihakan, manfaat, perlindungan, dan advokasi kepada pekerja, petani, nelayan dan masyarakat umumnya.

Mari melangkah bersama di tahun yang baru, saling bergandengan tangan, menguatakan dan mendo’akan. Kita tidak bisa mengendalikan angin saat berlayar, tapi kita bisa menyesuaikan layarnya. Hadirkan jutaan aksi nyata, untuk Riau yang lebih adil dan sejahtera. Bismillah..

Baca Juga

Anggota DPRD Inhu Muhammad Syafaat Sedekahkan Gaji Bulanan Selama 5 Tahun, Ini Penerimanya

Indragiri Hulu – Membantu masyarakat miskin secara bergilir di setiap desa menjadi program rutin yang …