Gerakan Satu Rumah Satu Produk Usaha (1R1P)

Gambar: salah satu produk usaha UMKM binaan PKS Meranti

Hal yang primer bila sudah mendesak maka bisa disebut dengan darurat. Karena urusan pangan adalah primer maka masing-masing kita memasang tekad mengatasi darurat pangan. Seratus sampai seribu orang berpikir hal yang sama maka ringanlah beban negara dalam mengentaskan kemiskinan.

Bulan-bulan yang akan kita lalui ke depannya tak menjanjikan keadaan pangan yang mapan, maka secara umum masyarakat Indonesia sudah saatnya memiliki lumbung ketahanan pangan sendiri. Artinya, setiap warga rumahnya adalah pabrik bagi produknya sendiri. Satu rumah satu pabrik dan satu produk, bukan hal yang sulit bila dimulai dari hal terkecil saja.

Bagi masyarakat di daerah pedesaan ketahanan pangan lebih menjadi perhatian daripada daerah perkotaan yang sudah memikirkan kebutuhan sekunder lainnya. Mari kita soroti kebutuhan pangan di daerah pedesaan yang sangat potensi dijadikan daerah produksi.

1 rumah 1 pabrik = 1 produk.

1. Pengadaan bahan mentah bahan baku makanan pokok.
Misal; pengadaan tepung sagu, ubi jalar, ubi kayu, beras ladang, gandum dll.

2. Pengadaan dan penggunaan alat produksi bahan baku makanan pokok. Misalnya, masyarakat mampu mengadakan alat-alat produksi semacam mesin-mesin ringan (mesin jahit, mesin penggiling beras, mesin cupsealer, oven), perlengakapan memasak.

3. Produksi bahan pangan berupa makanan baik yang siap saji, atau bisa jadi stok dalam bulan-bulan ke depan.

Misal:
1. Tepung sagu, dari bahan tepung sagu bisa diolah menjadi gobak sagu atau sagu rendang, mie sagu, menggunakan alat-alat dapur yang efektif dan modern jika mampu.

2. Ikan lomek bisa dibuat naget ikan lomek, krenas lomek, kerupuk ikan lomek, dll.

3. Ubi kayu, pengadaan ubi kayu dari petani tradisional lalu diolah menjadi gaplek, atau tepung ubi. Bisa dibuat tiwul, sebagai makanan pengganti beras.

Itu adalah bentuk produknya yang dihasilkan oleh para kader pengrajin dari masyarakat secara umum.

Lalu bagimana ini menjadi sistem pemberdayaan dan pembinaan para pebisnis kecil menengah (UMKM)..??

Spirit pemberdayaan dan pembinaan para pelaku UMKM inilah yang akan kita tangkap sebagai sistem ekonomi mikro, dimana para pelakunya adalah kalangan masyarakat yang siap membentuk ekonomi rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Siap dibina dan dikembangkan untuk mandiri secara pendapatan dan ekonomi dari hasil bentuk usaha-usaha di atas. Sehingga ada beberapa ketentuan yang harus diketahui oleh para palaku pengusaha Gerakan 1R1P ini, yaitu:

1. Setiap satu rumah minimal 1 produk usaha pangan. Bisa makanan pokok, makanan ringan atau siap saji. Artinya pengusaha punya produk buatan sendiri, bukan sebagai reseller atau frenchise atau sejenisnya. Bila ada produk lain yang reseller atau sejenisnya itu hanya usaha sampingan bukan usaha pokok seperti yang dimaksud.

2. Pengusaha diberi kebebasan menentukan harga sesuai pasar dan bahan produk yang digunakan. Keuntungan 100 persen untuk pengusaha tidak ada restribusi, 0 %.

3. Pengusaha bersedia dalam pendataan lembaga/organisasi yang akan memberikan pembinaan ekonomi dan membantu mengembangkan bisnisnya baik secara marketing, motivasi bisnis atau secara moril.

4. Pasar dan pemasaran serta konsumen adalah para pengusaha yang ada dalam grup pendataan. Artinya yang akan belanja produk kita adalah anggota kita dan kita adalah pemakai produk saudara kita.
Marketing selain anggota juga dibebaskan secara umum.

5. Pengusaha harus punya buku catatan keuntungan setiap penjualan perpekan atau perbulan (fleksibel) dan melaporkannya ke penanggungjawab, ini tujuannya untuk analisa data kenaikan kesejahteraan para pengusaha muslim yang dipimpin oleh lembaga tersebut.

6. Akan diberi nama pasar tsb dengana nama KIOS SEJAHTERA.
RUMAHKU ADALAH PABRIKKU DAN JUGA KIOSKU

Bagi yang berminat membangun ekonomi ummat muslim secara mandiri dan berkesinambungan silakan gabung dan bisa hubungi:
……

Selamat sejahtera dengan memiliki satu produk usaha.

Wassalamualaikum..

#1.000umkm
#semuabelanjasemuaberdaya

By: Setiyati Tia

Baca Juga

New Normal Atau Old Normal ?

Oleh: Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC,MM. Anggota DPRD Provinsi Riau, Komisi III Idul Fitri momentum …