DPRD Riau Soroti Kinerja Dinas Pertanian di Tengah Inflasi Beras dan Cabai

H. Adam Syafaat, MA

PEKANBARU — Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap Dinas Pertanian Riau. Hal ini ia sampaikan pada Selasa (18/11) menyusul tingginya inflasi daerah yang dipicu oleh komoditas beras dan cabai.

Padahal, pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 4,92 persen. Namun tingginya harga dua bahan pokok tersebut membuat inflasi tetap muncul dan menjadi perhatian DPRD.

Adam mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan 200 hektare lahan cabai dalam APBD Murni 2025. Namun program itu tidak terlaksana akibat defisit anggaran.

“Cabai kemaren pada APBD Murni 2025 ada anggarannya 200 hektare untuk Riau, tapi lagi lagi kita defisit tidak terlaksana”, ungkap Adam.

Akibatnya, Riau masih bergantung pada pasokan cabai dari luar daerah, terutama Sumatera Barat.

Ia menilai, ini menunjukkan kinerja Dinas Pertanian yang menurun.

“Kita lihat programnya ada, tapi di lapangan tidak terlihat hasilnya,” ungkapnya.

Ia menyebut, pendampingan ke petani juga minim sehingga komoditas hortikultura dan sayur-mayur tidak berkembang optimal.

Adam juga mengkritisi bantuan-bantuan pertanian yang seharusnya diterima kelompok tani.

Menurutnya, usulan sudah disampaikan ke DPRD, namun kenyataan di lapangan menunjukkan tidak ada bantuan yang benar-benar diterima petani.

Selain cabai, persoalan beras juga ikut menyumbang inflasi. Adam menjelaskan banyak petani padi gagal panen akibat irigasi yang tidak berfungsi dengan baik, terutama saat musim kemarau.

Ia mencontohkan kondisi di Rokan Hulu, di mana sejumlah bendungan sudah dangkal. Akibatnya, air tidak tersalurkan dengan baik ke sawah. Bahkan beberapa bendungan berubah menjadi tempat wisata dan lokasi penumpukan sampah.

Sebelumnya, kritik terhadap Dinas Pertanian juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri SH MSi. Menurutnya, meski ekonomi Riau tumbuh tertinggi di luar Pulau Jawa, inflasi tetap terjadi karena beras dan cabai harus didatangkan dari Jawa.

Baca Juga

Pansus Optimalisasi PAD DPRD Riau Sasar 6 Poin Pendapatan, Targetkan Postur APBD Kembali Ke Rp.11 Triliun

Pekanbaru – Guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau, Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi PAD …