Pekanbaru — Bidang Perempuan Dan Keluarga ( BIPEKA ) PKS Riau menyelenggarakan Diklat Ketokohan Perempuan bersama tokoh perempuan PKS se – Riau. Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting pada 25 Agustus 2026.
Ketua BIPEKA PKS Riau, Hj. Salmah Murad, ST dalam sambutannya menyampaikan, momentum Diklat hari ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi SAW, semoga menjadi langkah yang baik untuk menyamakan visi bagi tokoh perempuan PKS se – Riau dalam beramal jama’i, karena bagi PKS sesungguhnya jabatan bukanlah tempat untuk mendapatkan keistimewaan, namun ruang untuk mengabdi dan melayani terhadap amanah yang diemban.
Ketua DPW PKS Riau, H. Ahmad Tarmizi, Lc., MA dalam sambutannya menyampaikan agar peserta Diklat terus menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kapasitas, saling bersinergi, berdiskusi dan berkolaborasi sampai Allah SWT memantaskan diri untuk memimpin negeri. ” Kembangkan potensi yang dimiliki, keterampilan berorganisasi, berpikir kritis dan bersosialisasi, ujarnya “.
Diklat Ketokohan menghadirkan dua narasumber yang mumpuni di bidangnya. Narasumber pertama Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai ( BP2KP) DPP PKS, H. Muhammad Iqbal, Ph.D., Psikolog, berbicara ” Manajemen Organisasi Abad 21 : Adaptif, Kolaboratif, Digital Dan Berdampak “.
Dalam paparannya menyampaikan Manajemen organisasi abad 21 bergeser dari sistem hierarki kaku menuju ekosistem lincah yang memadukan empat pilar utama: adaptif, kolaboratif, digital, dan berdampak. Artinya, organisasi harus tanggap, cepat mengambil keputusan, meruntuhkan sekat serta menjalin sinergi dengan mitra yang relevan. Serta memanfaatkan teknologi untuk eksekusi yang lebih efisien. Seorang pemimpin harus mampu menjadi pelatih yang memberdayakan tim, menciptakan budaya aman untuk bertumbuh bagi anggota. Sehingga organisasi tetap relevan dengan zaman dan memberi dampak berarti. Di samping itu, beliau mengingatkan agar setiap kader PKS membangun personal branding positif di media sosial yang selaras dengan kehidupannya. Menjadi corong kebaikan dari setiap potensi dan bakat yang dimiliki. Dan tidak kalah penting adalah melatih diri berkomunikasi publik sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik di lapangan.
Materi kedua dengan tema ” Seni Membangun Tim Solid Dan Tangguh ” oleh Dr. Yusriadi, S.E., MM., Ketua BP2KP PKS Riau, memaparkan bahwa, membangun tim solid dan tangguh diawali dengan rasa saling percaya, rasa aman menyampaikan pendapat, budaya menghargai perbedaan, sehingga terwujud tim tangguh yang mampu menghadapi disrupsi, baik internal bahkan gejolak dari luar. Karena setiap anggota sudah paham peran strategisnya, didukung infrastruktur yang memadai, menjadikan tim sebagai organisme hidup yang terus belajar dan berdampak, bukan sekadar mesin eksekusi perintah. Dan terpenting masing – masing pribadi meluruskan niat ketika berorganisasi.
Peserta sangat antusias mengikuti kedua materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa cita-cita besar tidak bisa dipikul pada satu titik peran, tetapi bersinergi, berkolaborasi dengan seluruh stake holder untuk memperkuat barisan dalam kemaslahatan. Acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian doorprize berupa Kufi Nama untuk dua peserta terbaik.
DPW PKS Provinsi Riau Situs Resmi DPW PKS Provinsi Riau
