Ketua Fraksi PKS Jenguk Mahasiswa Korban Demo Tolak UU Ciptaker (Omnibus Law)

Foto kiri; Ketua fraksi PKS Markarius Anwar disambut orang tua Dodi wahyudi. Foto kanan; Dodi terbaring menjalani perawatan di Rumah sakit

Pekanbaru – Sebagai bentuk empati, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau Markarius Anwar, menjenguk dan menyalurkan bantuan ke salah satu mahasiswa demonstrasi tolak UU Ciptakerj (Omnibus Law) yang terluka, Senin (12/10).

“Alhamdulillah kami berkesempatan membesuk ananda Dodi Wahyudi, mahasiswa pejuang aspirasi buruh tolak UU Ciptaker (Omnibus law), sekaligus menyalurkan sedikit bantuan dari kawan-kawan anggota Fraksi PKS,” tutur pria yang akrab disapa pak Eka saat memberi keterangan.

Kedatangan Markarius Anwar, bersama empat perwakilan serikat pekerja perjuangan yang diketuai pak Zar As, dan Yasser Hamidy selaku ketua komisi III DPRD Pekanbaru tersebut disambut oleh orang tua dari Dodi Wahyudi.

“Walau tak bisa bertemu langsung dengan ananda Dodi, karena protokol covid. Tapi Alhamdulillah dapat bertemu dengan ibunya, yang sehari-hari mendampingi di Rumah Sakit. Alhamdulillah, kondisinya sudah mulai membaik. Syafahullah untuk ananda dan korban lainnya,” ungkap pak Eka sembari mendo’akan.

Sebelumnya, Dodi dan sejumlah mahasiswa dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka saat berunjuk rasa menolak Omnibus Law di DPRD Provinsi Riau, pada Kamis (8/10/2020). Beberapa mahasiswa terpaksa harus menjalani perawatan, termasuk Dodi, karena lukanya lumayan serius.

Markarius mendorong pemerintah agar turut bertanggung jawab terkait perawatan korban-korban demonstrasi tolak RUU Ciptaker (Omnibus Law).

“Pemerintah harus bertanggung jawab untuk perawatan korban demo kemarin. Terutama bagi korban yang tidak memiliki layanan BPJS kesehatan,” Tegasnya.

Terakhir, lulusan Universitas Teknologi Malaysia tersebut berpesan kepada aparat dan juga pengunjuk rasa agar saling menjaga keselamatan dan solidaritas.

“Beri ruang kepada rakyat untuk unjuk rasa, jangan represif, unjuk rasa adalah hak rakyat. Tetap jaga keselamatan dan solidaritas. Baik aparat atau pengunjuk rasa, ingat selalu bahwa ada orang tercinta di rumah yang menunggu kita pulang,” tutupnya.

Baca Juga

DPW PKS Riau Kirim Relawan Ke Daerah Terdampak Bencana Sumbar 

Pekanbaru – Musibah Galodo (banjir Bandang) yang menimpa Sumatra Barat Sabtu 11 Mei 2024 malam, …