Menempuh 190 Kilometer Ukhuwah: Safari Ramadhan PKS Riau ke Indragiri Hulu

Pematang Reba, 1 Maret 2026 – Matahari belum terlalu tinggi ketika rombongan DPW PKS Riau bergerak meninggalkan Pekanbaru, Ahad pagi pukul 10.00 WIB. Memasuki pekan kedua Ramadhan, safari dakwah dan konsolidasi itu kembali dilanjutkan. Kali ini, arah perjalanan menuju Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu sekitar 190 kilometer ditempuh melalui jalur darat, dengan target kembali ke ibu kota provinsi pada malam yang sama, pukul 23.00 WIB.

Perjalanan panjang di bulan puasa tak menyurutkan semangat. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKS Riau, H. Ahmad Tarmizi, Lc., M.A., didampingi sekretaris, bendahara, Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai, serta Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara, Ketua Bidang Komunikasi Digital, dan sejumlah pengurus lainnya. Mereka membawa satu tujuan: merawat silaturahim dan menguatkan soliditas struktur hingga ke daerah.

Setibanya di lokasi, kehangatan sudah terasa. Ketua DPD PKS Indragiri Hulu, Rizal Zamzami, bersama sekretaris, bendahara, para kader, serta anggota legislatif PKS menyambut penuh antusias. Momentum ini menjadi pertemuan yang dinanti, bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ruang temu hati di bulan yang suci.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang meneduhkan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKS. Dalam sambutannya, Rizal Zamzami menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut dan berharap silaturahim ini semakin memperkuat gerak langkah bersama.

Arahan Ketua DPW PKS Riau kemudian menjadi penegas arah perjuangan. Ahmad Tarmizi menekankan pentingnya soliditas struktur sebagai fondasi kekuatan pelayanan kepada masyarakat. “Barisan yang rapi dan hati yang menyatu adalah kunci keberhasilan perjuangan,” pesannya di hadapan kader yang memenuhi ruangan.

Safari Ramadhan ini juga diisi dengan penyerahan santunan bagi sejumlah anak yatim sebuah pengingat bahwa perjuangan politik tak boleh tercerabut dari kepedulian sosial. Selain itu, paket bingkisan diberikan kepada para pembimbing Unit Pembinaan Anggota (UPA). Mereka disebut sebagai “penjaga hidayah”, sosok-sosok senyap yang setia membersamai proses tarbiyah kader, bekerja dalam diam namun berdampak panjang.

Menjelang senja, tausiyah Ramadhan disampaikan oleh Muallim Bakram, Lc., M.A. Dengan bahasa yang jernih dan menyejukkan, ia mengajak seluruh hadirin menjadikan Ramadhan sebagai madrasah penguat ruhiyah sekaligus momentum memperbarui niat perjuangan. Lantunan dzikir Al-Ma’tsurat kemudian menggema, menyatukan hati dalam doa-doa yang lirih namun penuh harap.

Saat azan magrib berkumandang, kebersamaan itu mengalir dalam buka puasa bersama yang sederhana namun sarat rasa syukur. Malamnya, rombongan dan kader melanjutkan dengan shalat Tarawih berjamaah. Agenda tak berhenti di sana. Dalam suasana santai, secangkir kopi menemani diskusi hangat antara pengurus DPTD dan DPW bersama anggota DPRD PKS Indragiri Hulu. Ide, evaluasi, dan harapan bertukar dalam nuansa kekeluargaan.

Menjelang larut, rombongan kembali menempuh perjalanan pulang. Waktu telah melewati target semula. Ketika memasuki batas Kota Pekanbaru, rasa lelah terbayar dengan sahur bersama di sebuah rumah makan tradisional. Di meja sederhana itu, tawa ringan dan obrolan reflektif menutup rangkaian hari panjang yang penuh makna.

Safari Ramadhan kali ini kembali menegaskan satu hal: perjuangan bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, tetapi tentang hati yang dirawat dalam kebersamaan. Di antara kilometer jalan dan jeda istirahat, ukhuwah tumbuh, komitmen diteguhkan, dan langkah pelayanan kepada umat kembali diperbarui.

Baca Juga

WFH Setiap Jumat, DPRD Riau Minta Pemprov Evaluasi dan Awasi Ketat

PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah menerapkan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. …