Pekanbaru – Ketua Komisi II DPRD Riau H. Adam Syafaat, MA bersama pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Riau menerima audiensi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Ruang Medium DPRD Riau, Minggu (22/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan nasional maupun daerah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan para pemangku kebijakan.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah isu nasional, di antaranya evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), keberadaan dan implementasi Koperasi Merah Putih, evaluasi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (UU Polri), serta berbagai persoalan yang masih dihadapi dunia pendidikan nasional.
Selain isu nasional, mahasiswa juga menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Provinsi Riau. Beberapa di antaranya adalah kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), kondisi pekerja arang kayu bakau di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dinilai sangat memprihatinkan, persoalan agraria dan tumpang tindih kepemilikan lahan, maraknya praktik mafia tanah, serta antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih terjadi di Riau meskipun merupakan daerah penghasil minyak.
Adam Syafaat mengapresiasi kepedulian dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah maupun nasional.
“DPRD Riau terbuka terhadap setiap masukan dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Berbagai persoalan yang disampaikan hari ini menjadi catatan penting bagi kami untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada, baik melalui fungsi pengawasan, legislasi maupun penganggaran,” ujar Adam Syafaat.
Ia menegaskan bahwa sejumlah isu daerah yang disampaikan mahasiswa memang menjadi perhatian DPRD Riau, terutama terkait kerusakan infrastruktur jalan akibat kendaraan ODOL, persoalan agraria, mafia tanah, hingga distribusi BBM yang masih menimbulkan antrean di berbagai wilayah.
Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, masyarakat dan DPRD sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi daerah dapat dicarikan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Audiensi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung konstruktif. DPRD Riau berkomitmen untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
DPW PKS Provinsi Riau Situs Resmi DPW PKS Provinsi Riau

