Abdul Kasim: Buruh, Bagian Tombak Pembangunan Bangsa

Peringatan Hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai bentuk perayaan atas kontribusi buruh terhadap pembangunan ekonomi bangsa. Hari buruh sendiri pertama kali diperingati pada tahun 1920 di masa zaman kolonial Belanda. Kemudian pada tahun 2014 hari buruh resmi ditetapkan menjadi hari libur nasional. Setelah adanya Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Juli 2013.

Tentunya peringatan hari buruh jangan sampai hanya sebatas rutinitas tahunan belaka, setidaknya ada sisi lain yang menjadi titik tolak agar buruh semakin sejahtera. Lebih-lebih di tengah kondisi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, harus ada terobosan agar buruh bisa bangkit.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPW PKS Riau H. Abdul Kasim, SH meminta kerjasama semua elemen bangsa untuk bergandengan tangan, baik pemerintah, dunia usaha dan buruh itu sendiri, untuk bangkit dari masa-masa sulit, khususnya Riau.

“Pertama-tama kami mengucapkan selamat menyambut Hari Buruh Nasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2021. Kita sama-sama berdo’a agar pandemi covid-19 ini segera berlalu,”

Abdul Kasim melihat, di masa covid-19 ini banyak permasalahan yang timbul yang dirasakan langsung oleh para tenaga kerja diberbagai belahan dunia, wabil khusus Provinsi Riau. Gelombang PHK terjadi secara besar-besaran sejak awal covid-19, kondisi ekonomi perusahaan yang anjlok menjadi alasan utamanya.

Walau demikian, Abdul Kasim yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau itu mengingatkan kepada perusahaan yang telah merumahkan para karyawannya, agar mengeluarkan kewajibannya terhadap hak-hak buruh sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh perundang-undangan perburuhan Republik Indonesia. Tentu pemerintah juga harus turut andil memastikan agar perusahaan menjalankan kewajibannya terhadap buruh, sehingga hak-hak buruh dapat terpenuhi dengan baik.

Menurutnya, aspirasi dan ekspresi yang disampaikan buruh harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Pemerintah juga harus memahami bahwa keberadaan buruh merupakan salah satu ujung tombak pembangunan bangsa Indonesia.

“Tanpa buruh, bangsa akan menjadi lemah, maka dari itu kami dari partai PKS siap mendukung sepenuhnya aspirasi buruh yang sesuai dengan hak dan kewajibannya,”

“Buruh adalah kita, kita adalah buruh Indonesia. Tanpa buruh Indonesia akan lemah. Bangkit buruh, bangkit Indonesia dan bangkit ekonomi yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh bangsa Indonesia,”

Baca Juga

Saat Presiden Kunjungan ke Riau, Syahrul Aidi Sampaikan Sejumlah Aspiras

Jakarta – Anggota DPR RI Dapil Riau 2, Dr. Syahrul Aidi Maazat mendapat kesempatan mendampingi …