Harga Pupuk Naik 75%, Abdul Kasim: Mematikan Petani Swadaya

Pekanbaru – Kenaikan harga pupuk yang meningkat hingga 75% membuat para petani sawit menjerit dan kelabakan. Hal itu mengakibatkan biaya produksi menjadi mahal, kendati harga TBS sawit sedang dinikmati petani. tingginya harga pupuk hingga tiga bulan terakhir ini membuat para petani sawit terancam tumbang.

Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam oleh Anggota DPRD Provinsi Riau H. Abdul Kasim, SH yang juga Ketua APKASINDO Kota Dumai. Menurutnya, kenaikankan harga pupuk yang dilakukan oleh Kementan, tidak memikirkan petani swadaya yang sekarang ini masih terseok-seok dalam menerapkan normalisasi pemupukan, yang dilakukan oleh masyarakat perkebunan dan petani holtikultura.

“Ini jelas mematikan petani swadaya masyarakat. Karena kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) tidak seimbang dengan kenaikan pupuk. Maka kami dari APKASINDO harus bersuara atas kenaikan pupuk ini. Karena jeritan masyarakat petani dan perkebunan kelapa yang swadaya sangat berhimbas kepada penghasilan mereka,” tegas legislator asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut kepada awak media (8/9/2021).

Kenaikan harga pupuk juga berimbas kepada program replanting yang ditunda. Abdul Kasim pun mempertanyakan, apakah kenaikan pupuk ini ada konspirasi pengusaha besar terhadap petani swadaya, sehingga petani swadaya hasilnya produksinya tidak meningkat.

Maka, dirinya meminta pemerintah Komisi IV DPR RI dapat segera turun tangan untuk membantu kendalikan harga pupuk non subdisi khususnya kepada petani sawit. Sebab, petani sawit tidak pernah berdoa mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. Dalam arti, harus berjuang dengan ongkos biaya produksi sendiri untuk memperoleh pupuk berkualitas bagus.

Baca Juga

Daftar Cabup ke PKS, Ketua PDIP Siak H. Syahrul Siap Kolaborasi

Pekanbaru — Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Siak H. Syahrul mendaftarkan diri …