Masyarakat Sebut PPKM Persulit Cari Nafkah, Arnita Sari: Mestinya Pemerintah Cukupi Kebutuhan Pangan Rakyat

Pekanbaru – Selama PPKM Darurat berlangsung, sejumlah aktivitas warga telah dibatasi, terlebih pada aktivitas ekonomi. Tentu hal ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sejumlah sektor perekonomian yang ada, khususnya usaha kecil menengah.

Hal itulah yang menjadi ungkapan hati masyarakat Kota Pekanbaru saat hadir di Reses Anggota DPRD Provinsi Riau, dr. Arnita Sari. Banyak yang mengadu, bahwa selama PPKM darurat yang diterapkan pemerintah membuat pendapatan secara ekonomi menurun. Sementara kebutuhan hidup harus tetap dibayar dan dipenuhi.

“Pemberlakuan PPKM, sangat membuat kami Semakin sulit mencari nafkah,” ucap salah seorang warga yang hadir Reses.

Menaggapi hal tersebut, Arnita Sari menyampaikan seharusnya pemerintah mestinya memberikan kebutuhan pangan sepanjang PPKM berlangsung, agar kebijakan tersebut efektif diberlakukan di tengah Masyarakat.

“Kasihan masyarakat menengah ke bawah. Ada yang omset penjualannya menurun drastis, ada yang kena PHK atau pengurangan gaji. Sementara kebutuhan makan minum harus dipenuhi setiap hari, kebutuhan sekolah anak harus dibayar, sewa warung harus dibayar, tagihan listrik harus dibayar, serta kebutuhan primer lainnya,” cetus Arnita Sari.

“InsyaAllah aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya. Agar kebijakan yang dikeluarkan kedepan disertai dengan solusi yang tepat, dan bisa menjamin kebutuhan sehari-hari masyarakat,” lanjutnya.

PPKM darurat sendiri akan berakhir pada 6 September 2021. Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai keputusan yang akan diambil pemerintah nanti.

Baca Juga

Daftar Cabup ke PKS, Ketua PDIP Siak H. Syahrul Siap Kolaborasi

Pekanbaru — Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Siak H. Syahrul mendaftarkan diri …