PKS Wujudkan Keluarga Kokoh Sejahtera

Oleh : Hj. Salmah Murad, ST
(Ketua BIPEKA DPW PKS Riau)

Sebagai seorang ibu yang lahir dan besar di bumi Lancang Kuning – Riau, saya sering merenungkan bagaimana keluarga kita, sebagai fondasi bangsa, harus tetap kokoh menghadapi arus perubahan yang kian deras. Di tahun 2025 ini, di negara tercinta Indonesia, khususnya kita yang ada di Riau, sedang berada di persimpangan menuju Indonesia Emas 2045. Harapan dari kaum ibu seperti saya, terhadap masa depan perempuan dan keluarga bukan sekadar mimpi, melainkan panggilan untuk bertindak, didasari fakta kondisi kita saat ini.

Secara nasional, keluarga Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang nyata. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,16% pada Maret 2025, yang terendah dalam dua dekade, menurut BPS (bps.go.id). Namun, biaya hidup melonjak, inflasi pendidikan anak mencapai puncak, dan garis kemiskinan harian hanya Rp20.000 per kapita, memaksa banyak keluarga bertahan dengan susah payah (money.kompas.com). Angka perceraian meningkat akibat perselisihan ekonomi dan kekerasan domestik, sementara survei UNFPA menunjukkan satu dari lima orang ragu punya anak karena ketakutan masa depan (kompas.id). Di sisi lain, perempuan menunjukkan ketangguhan: 63% ibu mampu penuhi kebutuhan anak secara mandiri, dengan tingkat pengangguran perempuan lebih rendah di 4,41% pada Februari 2025 (goodstats.id). Kawin anak pun turun drastis berkat program BRUS Kemenag, membuka jalan bagi perempuan muda berpendidikan dan berdaya (kemenag.go.id).

Di Riau, tantangan lebih spesifik. Sebanyak 69% penduduk perempuan usia produktif, tapi Indeks Pembangunan Gender (IPG) masih di bawah rata-rata nasional (antaranews.com). Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 1.072 pada 2025, ditambah 222 anak terlantar di Pekanbaru saja (maklumat.id). Era digital memperburuknya: ketergantungan gadget mengancam ikatan keluarga, sementara stunting masih tinggi akibat gizi kronis (mediacenter.riau.go.id). Namun, ada kabar gembira—Riau pertahankan status Provinsi Layak Anak 2025, dan program keluarga BKKBN capai 5.611 keluarga, melebihi target (riaucerdas.com).

Harapan saya? Perempuan Riau dan Indonesia harus bergerak aktif dalam perbaikan zaman. Sebagai salah satu kekuatan, Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) PKS berharap spirit MUNAS VI mampu mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih solid antar organisasi Perempuan. Sesuai dengan tema besar yang diusung pada Munas PKS VI tahun 2025 ini dengan jargon, “Kokoh Bersama Majukan Indonesia.” Keluarga kokoh berarti kolaborasi semua pihak, mulai dari ayah-ibu lindungi anak dari gadget, pastikan pendidikan merata, dan lawan kekerasan melalui kebijakan ramah perempuan. Pemerintah Riau khususnya, harus perkuat IPG, tambah program anti-stunting, dan dukung lansia mandiri—karena usia harapan hidup nasional capai 74 tahun (unair.ac.id). Menuju Riau Bedelau 2045, mari bangun keluarga sebagai madrasah utama, di mana perempuan bukan hanya penjaga, tapi nahkoda masa depan (kabarbaru.co).

Melalui spirit MUNAS VI PKS kami titipkan pesan dan harapan yang sangat kuat tentang bagaimana kiprah PKS sebagai Partai Pelayan Rakyat di masa kini dan masa mendatang, PKS selalu hadir untuk keluarga Indonesia. Bersama-sama kita wujudkan keluarga yang kokoh dan sejahtera. Dengan komitmen ini, tantangan zaman bukan penghalang, tapi peluang. Keluarga kuat, bangsa hebat—itu janji kita untuk generasi mendatang. Bangsa yang kuat dan bermartabat tentu lahir dari keluarga-keluarga yang kokoh dan sehat, baik secara pisik, psikis dan spritual. Selamat dan sukses, MUNAS VI PKS: Kokoh Bersama Majukan Indonesia.

Baca Juga

WFH Setiap Jumat, DPRD Riau Minta Pemprov Evaluasi dan Awasi Ketat

PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah menerapkan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. …