Reses, Markarius Anwar: Lapangan Pekerjaan hingga Infrastruktur Dikeluhkan Masyarakat

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Markarius Anwar, ST, M.Sc

PEKANBARU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau baru saja menyelesaikan reses masa sidang 1 tahun 2023. Ada banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat pada saat dewan turun dan mendengarkan langsung aspirasi warga. Salah satunya ialah keluhan yang disampaikan warga Siak dan Pelalawan kepada Anggota DPRD Riau Markarius Anwar.

Dikatakan dia, pada saat reses, Ketua Fraksi PKS DPRD Riau itu setidaknya mencatat 2 poin besar yang menjadi keluhan masyarakat. Pertama ialah persoalan lapangan pekerjaan. Markarius menyebut, pada saat reses dirinya dapat banyak pengaduan dari kalangan ibu-ibu perihal anaknya yang masih belum bekerja. Padahal, letak rumah mereka hampir bersebelahan dengan berbagai perusahaan yang ada.

“Jadi salah satu yang banyak dikeluhkan ialah lapangan kerja. Jadi menurut saya adalah semacam kuota untuk anak tempatan kita yang tinggal di sekeliling perusahaan. Sebagai bentuk CSR jugalah menurut kami. Karena mereka tinggal sangat berdekatan dengan lingkungan perusahaan,” ungkap Markarius, Senin (13/3).

Ketua Komisi III DPRD Riau itu menambahkan, selama ini ada banyak laporan perusahaan justru menerima pekerja dari luar daerah. Hal ini sangat disayangkan mengingat di sekitar domisili perusahaan masih banyak pengangguran. Sehingga ia meminta agar perusahaan memiliki kebijakan untuk menyediakan kuota pekerja tenaga tempatan. 

“Kalau persoalan kompetensi saya rasa enggak jugalah. Karena anak Riau ini pintar-pintar. Banyak anak kita yang hebat. Cuman tidak dapat akses ke sana,” ungkapnya.

Selanjutnya ialah persoalan infrastruktur. Di mana masyarakat meminta kepada Markarius agar ada perbaikan jalan yang hancur di Km 11 Jalan Lintas Siak menuju Maredan. Warga, dikatakan Markarius sangat berharap jalan tersebut diperbaiki.

Sehingga akses kendaraan jadi lebih mudah. Sedangkan di Pelalawan, warga meminta kepada dia agar Jalan Lintas Bono bisa diselesaikan. Baik itu menggunakan APBD maupun APBN. “Mekanismenya mungkin bisa lewat APBN. Namun kami minta Pemprov Riau berperan aktif dalam mengajukan. Artinya diseriusi. Selebihnya masyarakat juga ada yang apresiasi kepada pemprov telah membangun jalan di areal PT SIR itu. Namun yang jadi kendala sekarang Jalan Pramuka yang menuju jalan ke Areal PT SIR itu, hancur karena waktu pas dibangun Jalan Areal PT SIR banyak alat berat lewat. Inikan lagi dikerjakan juga, mudah-mudahan cepat selesai,” pungkasnya.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com

Baca Juga

RAMADHAN MODAL SOSIAL BERHARGA

Bulan mulia kembali hadir ke tengah kita. Sebagaimana diketahui, terdapat perbedaan terkait jadwal permulaan puasa …