SEHAT BERMEDSOS

Oleh: Setiyati, S.Si (Kabid Humas DPD PKS Kepulauan Meranti)

Dunia sosial media atau disingkat dengan sosmed sudah menjadi lumrah di zaman “now” (sekarang). Dunia tanpa batas ini bagai arus bermuatan magnet, mampu menarik semua kalangan, semua umur, semua strata sosial dan mampu menerobos ruang dan waktu. Manusia “now” akan modern bila memegang hanphone dan smartphone, hingga tak ada lagi “manusia tanpa akun”.
Berbekal benda berbentuk persegi panjang manusia bagai terkena sindrome dan paranoid bila sehari tak memegang smartphone. Gelombang elektromagnetiknya telah terbukti menarik sinyal neuron saraf seseorang sehingga ada efek ketagihan bila sudah memegangnya. Begitu dahsyatnya.

Demikian pula informasi dan berita tanpa batas “klang-kling” masuk di kotak pesan, kotak chat, notification yang tiada henti berdentang terus berdatangan dari dalam dan luar negeri. Dalam hal ini berbagai macam prilaku warganet dalam menyikapinya.

Seorang mukmin memandang dunia sosmed ini adalah dunia lisan artinya setiap berita yang dikomentari, foto yang diunggah, update status, informasi yang dishare adalah bagian apa yang ingin disampaikannya secara lisan. Karena dunia maya ini hanya bisa diwakilkan dengan kalimat dari huruf-huruf yang dituliskan, maka apa-apa yang dituliskan mewakili akunnya itulah lisannya.
Setiap berita dia mengandung dua unsur dengan istilah “yahtamilu bishshidqi wal kadzib” yaitu mengandung kebenaran dan kedustaan. Di dunia maya ada jutaan informasi dari berbagai sumber, beragam paham dan agama, bermacam kepentingan sehingga harus dicek terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan kontroversi dan fitnahan.

Berikut adab-adab medsos yang sehat:
1. Membuat akun dengan nama yang tidak SARA atau yang lazim didengar.
2. Mengeshare atau membuat status yang tidak SARA, sumber yang jelas dan tidak membuat resah orang yang membaca.
3. Tidak koment pada sebuah artikel yang menistakan agama, menyudutkan agama atau hanya meng-laike yang baik saja. Beitu juga koment pada status orang lain hanya dengan kalimat yang baik saja
4. Tidak membuka aib pribadi dan keluarga melaui status baru apalagi aib orang lain.
5. Bila ada tranding topic di medsos sebaiknya tidak terpancing tapi mengalihkan perhatian wrganet dengan isu yang produktif.
6. Status yang dibuat adalah yang membangkitkan semangat orang untuk kebaikan, memperbaiki diri dan agama yang membacanya.

Memang dunia tanpa batas, sekalipun adab ini dituliskan untuk dipraktekkan tak jarang ini hanya sebatas tulisan yang lewat sekali baca nyaris tak berbekas.
Akan tetapi, dari seribu yang membaca maka ada satu yang membacanya itu sudah sangat hebat. Maka satu orang itu Andalah yang sedang memegang smartphone.

Baca Juga

Kursi Roda untuk Wahyudi: Terimakasih Pak Abdul Kasim

Alhamdulillah, kini Wahyudi memiliki Kursi Roda. Alat bantu tersebut ia peroleh dari Anggota DPRD Riau …