Sabarudi : Jadikan Medsos Sebagai Komunikasi Kebaikan

Pekanbaru, riau.pks.id – “Ada Ustadz bisa tekenal lewat apa ?, ada juga artis bisa terkenal lewat apa ?”. Itulah pertanyaan Sabarudi Kabid Humas DPW PKS Riau diawal pemaparan pentingnya aktifitas kehumasan dihadapan peserta Rakorwil PKS Riau pada hari Rabu (19/12/2018).

“Salah satu yang membuat mereka terkenal adalah Media Sosial”, lanjut pria yang sering dipanggil Bang Sabarudi itu.

Dikatakannya, data yang menggunakan internet saat ini separuh dari warga Indonesia, sehingga kader PKS diharapkan dapat memanfaatkan semua peluang ini, salah satunya adalah medsos.

Sabarudi juga mengatakan, bahwa popularitas itu penting untuk mencapai elektabilitas, namun popularitas harus dikelola dengan baik, dan proses kehumasan dimedia sosial adalah proses awal komunikasi untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas.

“Kader PKS harus menjadikan medsos sebagai komunikasi politik positif, sehingga value (red-nilai) yang ada pada kader dapat tersampaikan dengan kuat dimasyarakat. Tentunya kader PKS sebelumnya sudah menentukan dan merumuskan terlebih dahulu value apa yang menjadi fokusnya”, terang Caleg Dapil Sail – Tenayan tersebut.

Selain itu pria yang pernah dua periode menjabat sebagai Angota DPRD Kota Pekanbaru tersebut mengajak kader agar menguatkan PKS dan tokoh-tokoh PKS.

“Mulai sekarang kita harus kuatkan produksi kreatif kita sampai mengena ke hati, jangan ada kader PKS yang menjadikan medsos untuk menyerang orang lain. Kita fokus terhadap kebijakan Partai, jangan sampai terbawa isu yang merugikan, Media Sosial kita jadikan sebagai sarana menebar kebaikan dan kebermanfaatan”, tuturnya.

Acara yang bertempat di lt. 3 Markas Dakwah PKS Riau tersebut dihadiri oleh seluruh tim pemenangan Pemilu, Ketua Umum DPW PKS Riau Hendry Munief dan jajarannya juga tampak hadir di acara tersebut. (ar)

 

Baca Juga

Peringati Maulid, Dr Salim: Kita Kuatkan Cinta Allah, Cinta Nabi

Jakarta — DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah …