Abrasi Ancam Kawasan Pesisir Riau, Abdul Kasim: Pemerintah dan Pengusaha Harus Bersinergi

Anggota DPRD Provinsi Riau Abdul Kasim saat meninjau abrasi bahu jalan di kecamatan Medang Kampai

Pekanbaru – Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PKS H. Abdul Kasim, SH pada Selasa (22/6/2021) meninjau titik lokasi abrasi di pesisir pantai Dumai, yaitu di Kecamatan Medang Kampai. Di mana abrasi pantai di kecamatan tersebut mengakibatkan runtuhnya badan jalan.

Bahkan saat ini, abrasi pesisir pantai sudah mengancam pemukiman dan lahan kebun milik warga. Bukan hanya di Dumai, abrasi juga mengancam pesisir pantai Kabupaten Bengkalis, Meranti, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

“Abrasi di kawasan pesisir Riau sangat mengkhawatirkan, karena semakin hari semakin meluas. Abrasi tersebut disebabkan tidak adanya pemecah ombak untuk mengurangi hantaman gelombang air laut ke tepi pantai,” ungkap Abdul Kasim Anggota DPRD Provinsi Riau saat memberikan keterangan (23/06/2021).

Dikatakannya, gelombang terjadi karena banyaknya kapal-kapal besar keluar masuk yang membawa minyak bumi dan CPO yang sering melintasi kawasan pesisir.

Dirinya berharap adanya kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan pengusaha/perusahaan yang ada dikawasan industri, dalam hal pembangunan pemecah ombak dan penanaman mangrove. Supaya perkampungan daratan pesisir tidak terbawa oleh arus gelombang yang menghantam pemukiman dan kebun warga.

“Pertama, untuk pembangunan pemecah gelombang tentu harus ada bantuan dana dari APBN, karena jika mengharapkan dana daerah jelas tidak mencukupi,” cetusnya.

Kedua, penanaman mangrove harus terus digalakkan. Pemerintah daerah, pengusaha sebagai pihak ketiga dan masyarakat harus bergandengan tangan berpatisipasi secara berkelanjutan.

Dikatakannya, pemerintah harus punya master plan, setidaknya pembangunan pemecah ombak dimulai dari titik yang ada pemukiman masyarakat dahulu. Abdul Kasim tidak memungkiri bahwa dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk membangun tanggul pemecah ombak.

“Jika mengharapkan dari dana daerah jelas tidak mencukupi. Solusinya adalah dengan menyerap dana dari pemerintah pusat yang ada di kementerian terkait. Nah, ini tentu kita berharap kepada wakil rakyat (DPR RI) asal Riau agar dapat memperjuangkannya. Selain itu, tentu harus ada dukungan dan dorongan dari masyarakat Riau serta Bupati, Walikota dan Gubernur untuk bersama-sama memberikan informasi tentang Riau kepada pemerintah pusat,” terangnya.

Lebih lanjut, Abdul Kasim mengungkapkan bahwa abrasi tidak hanya terjadi dipesisir pantai, tapi juga terjadi di sungai, seperti Sungai Siak dan sungai Rokan. Sehingga, ia menyoroti perusahaan-perusahaan seperti Indah Kiat dan Arara Abadi yang operasional kerja perusahaannya melewati sungai.

“Perusahaan-perusahaan ini juga harus berpatisipasi. Tentu tidak hanya dikawasan industri mereka saja, tapi juga semua lintasan sungai yang dilewati,” tegasnya menutup keterangan.

Baca Juga

Dr. Misharti, Senator Riau yang Daftar Jadi Calon Wakil Wakota Pekanbaru

Pekanbaru – Pilkada serentak 2024 kota Pekanbaru menghantarkan banyak calon siap bertarung baik menjadi calon …