Berkaca dari Banjir Jalintim Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemprov Ajukan Naikkan Level Jalan

PEKANBARU — Banjir yang terjadi di jalan lintas timur (Jalintim) Pelalawan kali ini sangat menyusahkan masyarakat. Ketinggian luapan banjir membuat putusnya akses hingga hanya truck besar yang bisa lewat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Riau Dapil Pelalawan – Siak Markarius Anwar mengatakan, memang banjir yang terjadi di Pelalawan kali ini sangat ekstrem.

“Curah hujan tinggi juga salah satunya membuat hal ini terjadi. Selama ini memang tak pernah terjadi banjir selama ini. Ini kejadian luar biasa,” kata Markarius, Selasa (16/01/2024).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, biasanya kalau Sungai Kampar meluap, paling hanya bertahan satu sampai dua hari, namun kali ini berbeda.

“Ini juga dipicu cuaca ekstrim, kita apresiasi lah ada upaya antisipasi supaya tidak stuck, yang dilakukan Polda dan Pemprov,” cakapnya.

Meski demikian, untuk jangka panjang, kata Markarius, DPRD meminta Pemrov untuk mengusulkan kenaikan level jalan di lokasi tersebut.

“Berkaca dari hal ini, Pemprov harus ajukan kenaikan level jalan ke pusat. Ini pertama kali terjadi, kalau bisa tahun depan tak terjadi lagi. Harus dikaji, dan level jalannya dinaikkan lagi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution melakukan peninjauan ke lokasi bencana banjir di Kabupaten Pelalawan, tepatnya Jalintim Kilometer 75. Saat tinjauan, Gubri didampingi Bupati Pelalawan Zukri Misran melihat langsung lokasi banjir yang kedalaman airnya hampir 1 meter.

Gubri Edy Nasution mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, banjir yang terjadi bukan siklus 5 tahun, namun 20 tahun. Kata Gubri, kondisi saat ini termasuk ekstrem. “Kita pun perihatin dan status pun ada beberapa daerah kabupaten yang meningkatkan statusnya menjadi tanggap darurat,” kata Gubri.

Gubri menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan status siaga darurat mulai 22 Desember 2023 lalu sampai 31 Januari 2024 atau selama 40 hari. Meskipun demikian, ia akan selalu memantau situasi dan kondisi di daerah.

“Situasi ini tidak bisa kita duga, sebab di beberapa daerah juga terjadi hal yang sama, kita dari provinsi hanya bisa memberikan bantuan-bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Gubri berharap kepada masyarakat yang terdampak banjir untuk tetap bersabar dengan kondisi yang terjadi. Karena Pemprov Riau dan Pemkab Pelalawan akan berupaya keras agar situasi banjir bisa menjadi lebih baik.

Sementara itu, Bupati Pelalawan Zukri Misran mengatakan, dari 4.600 kepala keluarga (KK) yang terdampak, sekitar 80 persen masih mengungsi, karena air sudah memasuki rumah.**

Sumber: Cakaplah.com

Baca Juga

RAMADHAN MODAL SOSIAL BERHARGA

Bulan mulia kembali hadir ke tengah kita. Sebagaimana diketahui, terdapat perbedaan terkait jadwal permulaan puasa …