Azmi Rozali: “UKM Harus Digalakan di Masyarakat”

Azmi rozali Aleg PKS Bengkalis Reses

Semangat meningkatkan dunia usaha mikro, kecil dan menengah di tengah-tengah masyarakat harus terus digalakkan. Jangan biarkan rakyat kecil yang berada di pedesaan berjuang sendiri melawan ketidaktahuan. Golongan yang terpelajar dan terdidik di tengah masyarakat diharapkan selalu memberikan pencerahan kepada masyarakat kecil, terutama mereka yang bergerak di sektor perdagangan, walaupun itu bisnis kecil-kecilan.

Hal tersebut mengemuka pada acara Workshop Usaha Kecil Menengah yang diselenggarakan oleh anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Azmi Rozali, S.IP., M.Si., bersempena kegiatan resesnya pada Sabtu 23 April 2016, di Gedung Serbaguna Bujang Kelana, Jl. Sudirman Sungaipakning, Kecamatan Bukitbatu.

Latarbelakang kegiatan workshop ini merupakan evaluasi dari kegiatan reses yang dilakukan selama tiga periode jabatannya di DPRD Kabupaten Bengkalis, yang terkesan monoton, tanpa variasi. “Bagi saya yang tinggal di dapil ini, reses menjadi suatu hal yang menarik untuk dicarikan variasinya. Sebab kalau terus dilakukan seperti selama ini, akan jadi monoton. Sebab orang dapat setiap hari berjumpa menyampaikan aspirasi, baik secara langsung, melalui handphone ataupun media sosial. Jadi untuk menghindari kejemuan, maka reses kali ini saya melaksanakan workshop,” ujar kandidat doktor ilmu politik Universitas Nasional, Jakarta, ini.

Workshop Usaha Mikro Kecil & Menengah yang diikuti oleh 100 peserta ini merupakan tindaklanjut dari Program Pilot Project 1000 Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hasil dari Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Camat Bukitbatu yang diwakili oleh Kepala Seksi Tramtibum, Akmaluddin, menyambut baik pelaksanakan reses dengan model workshop ini. “Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Sebab manfaatnya nyata bagi masyarakat. Saat ini terlalu banyak orang berorientasi mencari kerja, makan gaji. Sementara peluang usaha sangat banyak, tapi tidak dimanfaatkan,” ujarnya. Oleh sebab itu, lanjut Akmal, kegiatan seperti ini kita dukung untuk terus dilaksanakan, agar wawasan dan pikiran masyarakat kita jadi terbuka, tukasnya. Hadir pada kegiatan reses ini Lurah Sungaipakning, Acil Esyno dan tokoh masyarakat, iman masjid di kecamatan Bukitbatu.

Tampil sebagai pembicara dalam workshop itu adalah  Firmansyah dari Gempro Pekanbaru, yang merupakan trainer dan motivator bersertifikat nasional. Kemahiran lelaki yang berpembawaan tenang ini berhasil memikat peserta sehingga banyak respon dalam bentuk tanggapan maupun pertanyaan. Salah seorang penanggap yang banyak mengajukan pertanyaan adalah Abdul Rahman, seorang pelaku usaha kecil yang bergerak di bisnis ayam potong di desa Dompas. Dia berharap agar acara serupa ini dilaksanakan lagi pada reses-reses berikutnya. (***)

Baca Juga

Sofyan Siroj Sesalkan Pemerintah Pusat Tidak Libatkan Daerah Dalam Pembahasan Omnibus Law

Pekanbaru – Pengesahan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja oleh pemerintah pusat pada 5 Oktober …